Jateng

Wali Kota Temui Massa HMI, Bahas Kesejahteraan Buruh, Persoalan Silayur hingga Trans Semarang

×

Wali Kota Temui Massa HMI, Bahas Kesejahteraan Buruh, Persoalan Silayur hingga Trans Semarang

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Temui Demo HMI, Bahas Kesejahteraan Buruh, Persoalan Silayur hingga Trans Semarang
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menemui massa HMI yang berunjuk rasa saat Hari Buruh di Balai Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Semarang turun ke jalan memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat, 1 Mei 2026.

Aksi yang berlangsung di Balai Kota Semarang itu tidak hanya menyoroti isu kesejahteraan buruh, tetapi juga membawa sederet persoalan Kota Semarang yang belum terselesaikan.

Sejak siang, massa aksi memadati halaman Balai Kota dengan membawa poster dan spanduk tuntutan bahkan membakar ban bekas.

Mereka menyuarakan penolakan pemutusan hubungan kerja, penghapusan sistem outsourcing, hingga desakan kenaikan upah buruh dan pekerja honorer. Namun di balik isu nasional tersebut, perhatian juga tertuju pada persoalan yang dekat dengan kehidupan warga Kota Semarang.

BACA JUGA: Temui Buruh Saat May Day, Gubernur Ahmad Luthfi: Buruh Tidak Hanya Alat Produksi

Ketua HMI Kota Semarang, Muhammad Nabil Mualif, mengatakan bahwa tuntutan yang mereka bawa merupakan hasil kajian organisasi.

“Kami tidak hanya bicara soal buruh, tetapi juga persoalan kota. Mulai dari keselamatan di Jalur Silayur, banjir, transportasi publik, hingga pengawasan amdal,” ujarnya.

Ia menyoroti kembali insiden di Jalur Silayur yang kerap memakan korban. Menurutnya, pelanggaran kendaraan berat masih sering terjadi meski sudah ada pembatasan.

“Karena sore kemarin, portal pembatas truk di Simpang Jrakah yang sudah terpasang, justru kembali patah karena ada yang bus dan truk melanggar. Ini jadi trauma bagi kami, apalagi ada kader HMI yang pernah menjadi korban di jalur tersebut,” katanya.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah segera menuntaskan persoalan banjir, baik rob di wilayah pesisir maupun banjir kiriman di daerah atas.

Mereka juga meminta peremajaan armada BRT Trans Semarang serta pengawasan ketat terhadap izin lingkungan, khususnya di kawasan industri.

Aksi tersebut mendapat respons langsung dari Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang menemui massa bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD.