Viral

Warganet Desak Trans7 Diboikot Usai Lecehkan Ponpes Lirboyo, Berikut Fakta Menarik Seputar Pesantren Tersebut

×

Warganet Desak Trans7 Diboikot Usai Lecehkan Ponpes Lirboyo, Berikut Fakta Menarik Seputar Pesantren Tersebut

Sebarkan artikel ini
Lirboyo
Jajaran pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. (Ig/@pphm.lirboyo)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pondok Pesantren lirboyo yang terletak di Kediri Jawa Timur kini ramai mengundang banyak perhatian.

Pasalnya, pondok tersebut menjadi sorotan usai viralnya sebuah tayangan program Xppse Uncensored di Trans7 yang terkesan sangat menyinggung.

Bahkan dari tayangan tersebut banyak yang menilai bahwa lebih terlihat menyudutkan kehormatan kiai dan kehidupan yang ada di dunia pesantren.

BACA JUGA: Gus Yasin soal Santri Ikut Ngecor di Pondok Pesantren: Ngalap Berkah, Sifatnya Hanya Membantu

Tentu saja hal ini mengundang banyak protes khususnya dari para santri bahkan alumni santri Lirboyo itu sendiri.

Berikut ini beberapa fakta menarik dari pondok pesantren tersebut yang kini tengah menjadi sorotan publik.

Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur

Berdiri Sejak 1910

Pondok Pesantren Lirboyo berdiri pada tahun 1910 oleh K.H. Abdul Karim.

Sebelum mendirikan pesantren tersebut, beliau sempat mengajar di Pondok Pesantren Tebuireng milik K.H. Hasyim Asy’ari, yang merupakan sahabat sekaligus rekan seperguruannya ketika menimba ilmu di bawah bimbingan Syaikhona Kholil Bangkalan.

Tes Masuk Ketat

Standar akademik yang tinggi inilah yang membuat Pondok Pesantren Lirboyo dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam klasik terbaik di Indonesia.

Saat ini, Pondok Pesantren Lirboyo telah berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terbesar di Indonesia, dengan menaungi berbagai lembaga pendidikan di bawahnya.

Salah satunya adalah Madrasah Hidayatul Mubtadiin (MHM), yang dikenal memiliki proses seleksi santri baru yang sangat ketat.

BACA JUGA: Selain Al Khoziny, Berikut Daftar Pondok Pesantren Tertua di Jawa Timur

Biaya Pendidikan Terjangkau

Total biaya pendidikan per tahun di Pondok Pesantren Lirboyo berkisar antara Rp631.000 hingga Rp675.000, menyesuaikan dengan jenjang pendidikan santri.

Meskipun biayanya tergolong murah, pesantren ini tetap konsisten menjaga mutu pembelajaran yang berfokus pada pendalaman kitab-kitab klasik.

Selain itu, Madrasah Hidayatul Mubtadiin juga telah memperoleh pengakuan kesetaraan (muadalah) dari pemerintah.

Sejak tahun 2006, ijazah tingkat Aliyah diakui setara dengan SMA, kemudian jenjang Tsanawiyyah disetarakan dengan SMP pada 2015, dan Ibtidaiyyah disamakan dengan SD sejak 2017. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp