Politik

Yang Bermasalah Data Ekstrem Bukan Sirekap, KPU Jateng Ungkap Alasan Perolehan Suara Tak Sesuai

×

Yang Bermasalah Data Ekstrem Bukan Sirekap, KPU Jateng Ungkap Alasan Perolehan Suara Tak Sesuai

Sebarkan artikel ini
KPU Data
Anggota KPU Jateng Divisi Data dan Informasi, Paulus Widiyantoro, saat ditemui di Kantor Bawaslu Jateng, Selasa, 20 Februari 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Proses rekapitulasi data penghitungan perolehan suara tingkat kecamatan di beberapa wilayah sempat Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI hentikan. Hal ini tersebab adanya masalah pada Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

Ditemui langsung usai menghadiri sidang di Kantor Bawaslu Jateng, Anggota KPU Jateng Divisi Data dan Informasi, Paulus Widiyantoro, merespons perihal Sirekap yang sempat bermasalah.

Mantan Ketua KPU Jateng itu mengklaim pihaknya telah selesai melakukan perbaikan data ekstrem. Data ekstrem yang ia maksud yakni, semisal ada DPT sejumlah 100, namun perolehan suara untuk salah satu paslon melebihi 100.

“Kami sudah selesai melakukan perbaikan data ekstrem. Bukan Sirekap-nya, tapi data ekstremnya,” ujar Paulus, Selasa, 20 Februari 2024.

BACA JUGA: Sirekap Sempat Eror 24 Jam Lebih, KPU RI Akui Hentikan Sementara untuk Proses Ini

KPU Jateng sebut ketidaksesuaian data lantaran masalah teknis

Alih-alih menduga kecurangan, Paulus menyebut ketidaksesuaian data itu terjadi utamanya karena masalah teknis. Sebagai contoh, lanjut Paulus, data yang tak klop itu bisa terjadi karena foto yang KPPS unggah buram. Sehingga, foto itu tak terbaca dengan baik oleh sistem.

Kendati demikian, Paulus belum berani menyatakan bahwa ada kesalahan sistem dari Sirekap itu sendiri. Data yang tak klop itu, menurut Paulus, KPU perbaiki kembali dengan crosscheck data asli secara manual.

“Tetapi ada kejadian memang datanya ekstrem alias tidak klop. Itu ada perbaikan kembali dengan melihat foto aslinya. Ada HP yang buram fotonya, jadi tidak terbaca secara sempurna. Sudah KPU perbaiki, dasarnya melihat data asli yang manual,” terang Paulus.

Selian ketidaksesuaian foto asli dengan yang sistem baca, Paulus membenarkan adanya faktor lain. Namun, Paulus enggan menyebutkannya.

“Bisa jadi kualitas HP juga memengaruhi saat dibaca oleh sistem, sehingga ada banyak faktor. Saya tidak bisa komentar satu-satu, intinya kami sudah melakukan perbaikan. Sehingga hari ini skors sudah dicabut dan rekap di PPK dilanjutkan,” paparnya.

BACA JUGA: 24 Jam Lebih Sirekap KPU Tak Update Data Rekapitulasi Suara Pilpres dan Pileg, Ada Apa?

Mengenai apakah itu akan menimbulkan potensi perhitungan suara ulang, Paulus angkat bicara. Menurutnya, hal itu tidak akan terlaksana lantaran memakan waktu yang sangat lama.

“Tidak, kemarin diskors karena menjadi sangat lama, kami melakukan perbaikan-perbaikan dulu. Kalau sudah perbaikan, semakin lancar, ini sudah lanjut,” tandas Paulus.

Sebelumnya, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Idham Holik mengaku sempat ada penghentian data pada aplikasi Sirekap Pemilu 2024 untuk sinkronisasi data.

Menurut Idham, sinkronisasi itu ialah untuk memenuhi hak informasi publik. Oleh karena itu, KPU terus berupaya memberikan informasi akurat terkait publikasi perolehan suara peserta Pemilu 2024 di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

“Sebab, hari kemarin dan hari ini kami sedang fokus melakukan sinkronisasi data, tampilan di website pemilu2024kpu.go.id,” kata Idham dalam sebuah wawancara di Jakarta, Senin, 19 Februari 2024. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp