SEMARANG, beritajateng.tv – Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) menyelenggarakan Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak (KONIKA) XIX (19) – 2024 di Semarang dan Solo. KONIKA XIX berlangsung mulai 29 September – 1 Oktober 2024.
Ketua Panitia KONIKA 2024, dr Mohamad Supriatna, menjelaskan bahwa KONIKA merupakan kongres nasional yang berlangsung setiap tiga tahun sekali oleh PP IDAI. Tahun ini, tak kurang dari 4 ribu dokter spesialis anak dan dokter umum dari seluruh Indonesia hadir dalam KONIKA 2024.
Dengan mengangkat tema ‘Ensuring Equal Access of Childcare in the Era of Society 5.0’, kata dia, kongres ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul para dokter. Akan tetapi juga akan berlangsung sidang organisasi IDAI dan Kolegium Ilmu Kesehatan Anak, serta beragam workshop dan paparan ilmiah terbaru dalam ilmu kesehatan anak.
“Kegiatan ini bisa menjadi sarana bagi para profesional pediatrik untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang perawatan kesehatan pediatrik. Mulai dari pra kongres, pidato utama, sesi pleno, simposium pleno, simposium paralel, simposium terobosan, sesi temu pakar, simposium makalah gratis, dan sesi poster,” katanya saat konferensi pers bersama awak media, Senin, 30 September 2024.
BACA JUGA: Masalah Finansial Jadi Penyebab Perundungan, PB IDI Kembali Dorong Insentif Bagi Dokter Residen
Adapun topik yang diangkat pun sangat beragam. Mulai dari gizi, vaksinasi emergensi, kesehatan mental dan tumbuh kembang anak, hingga sosialisasi mengenai Jaminan Kesehatan Masyarakat (JKN).
Ia percaya, semua peserta yang datang pada KONIKA ke-19 akan terinspirasi untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam praktik sehari-hari.
“Diharapkan KONIKA ke-19 ini akan memberikan manfaat dan semangat untuk memulai perjalanan transformatif ini bersama-sama. Dengan sinergi bersama, tekad, dan visi bersama untuk Indonesia yang lebih sehat bagi semua,” harap Supriatna.
Kali ketiga KONIKA berlangsung di Semarang
Sementara itu, Ketua IDAI Jawa Tengah, dr Fitri Hartanto, menjelaskan, untuk pertama kalinya KONIKA berlangsung di dua kota sekaligus. Yakni Semarang dan Solo. Namun, bukan tanpa alasan KONIKA memilih tempat di Semarang.
Ia menyebut, Semarang menjadi sejarah awal terselenggaranya KONIKA pertama kali pada tahun 1968 silam. Kemudian pada tahun 1993, Semarang terpilih lagi menjadi tempat penyelenggaraan KONIKA IX (ke-9).
“Dan KONIKA ke-19 tahun 2024 merupakan ketiga kalinya Semarang menyelenggarakan perhelatan akbar para dokter spesialis anak ini,” katanya.
BACA JUGA: Cegah Kasus Perundungan Terulang, PB IDI Usulkan Dokter Residen Punya Kontrak Kerja yang Jelas
Fitri berharap, KONIKA dapat mendorong dokter spesialis anak untuk mampu mengikuti inovasi dan kemajuan zaman demi menciptakan perubahan positif dalam pemberian layanan kesehatan. Menurutnya, salah satu tantangan paling mendesak di dunia kesehatan anak adalah tingginya angka kematian bayi dan anak.
“Keduanya semestinya dapat dikurangi secara signifikan dengan intervensi yang tepat sasaran. Serta peningkatan akses terhadap layanan kesehatan yang bermutu,” tandas Fitri. (*)
Editor: Farah Nazila





