Jateng

Baru 8 Bulan Berdiri, BUMDes di Blora Raup Untung Jutaan dari Ternak Bebek Petelur

×

Baru 8 Bulan Berdiri, BUMDes di Blora Raup Untung Jutaan dari Ternak Bebek Petelur

Sebarkan artikel ini
bumdes blora
Ketua BUMDes sedang memanen telur bebek dari kandang hasil usahanya. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dargo Mulya di Desa Gondang, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, mulai menunjukkan hasil menjanjikan meski baru beroperasi selama delapan bulan. Melalui usaha budidaya bebek petelur, BUMDes tersebut berhasil membukukan keuntungan jutaan rupiah dan terus mengembangkan skala usahanya.

Ketua BUMDes Dargo Mulya, Abdul Ghoni, mengatakan usaha ternak bebek petelur itu awalnya hanya memiliki sekitar 300 ekor bebek. Seiring meningkatnya produksi, jumlah ternak kini bertambah menjadi 600 ekor beserta perluasan kandang.

“Pada triwulan pertama kami memperoleh keuntungan sekitar Rp 2,5 juta. Memasuki triwulan kedua, keuntungan meningkat menjadi Rp 4 juta, sehingga total keuntungan yang telah terkumpul mencapai Rp 6,5 juta,” kata Ghoni.

BACA JUGA: Kecelakaan Truk dan Pick Up Adu Banteng di Jalur Blora–Cepu, Tiga Orang Luka Serius

Ia menjelaskan, keuntungan tersebut merupakan laba bersih setelah terkurangi biaya operasional. Termasuk pakan, perawatan ternak, serta upah penjaga kandang.

Menurut Ghoni, peningkatan jumlah ternak untuk memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah sekaligus memperbesar potensi pendapatan BUMDes sebagai salah satu sumber pendapatan desa.

Sementara itu, Perangkat Desa Gondang, Joko Slamet, mengatakan pemerintah desa terus memberikan dukungan terhadap pengembangan usaha yang BUMDes jalankan.

“Keberadaan BUMDes ini, harapannya mampu meningkatkan perekonomian desa sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui penyediaan telur bebek hasil produksi lokal,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kemarau Panjang, Warga Blora Antre Bantuan Air Bersih

Selain itu, lokasi kandang sengaja dibangun jauh dari permukiman warga agar aktivitas peternakan tidak menimbulkan gangguan akibat bau maupun limbah.

Pemerintah desa berharap usaha ternak bebek petelur tersebut dapat terus berkembang sehingga mampu meningkatkan pendapatan asli desa sekaligus menjadi contoh pengelolaan BUMDes yang produktif. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp