Politik

Bawaslu Jawa Tengah Catat 131 Pelanggaran, Mayoritas Netralitas Kades dan ASN

×

Bawaslu Jawa Tengah Catat 131 Pelanggaran, Mayoritas Netralitas Kades dan ASN

Sebarkan artikel ini
bawaslu
Ketua Bawaslu Jawa Tengah, M Amin saat mengawasi rekapitulasi suara di KPU Jawa Tengah, Sabtu, 7 Desember 2024 malam. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah mencatat sebanyak 131 kasus pelanggaran dalam semua tahapan Pilkada serentak 2024.

Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Muhammad Amin mengungkapkan, dari ratusan pelanggaran itu, pelanggaran terbanyak adalah netralitas kepala desa dan aparatur sipil negara (ASN). Sisanya adalah politik uang, masalah administrasi, kode etik, hingga pidana.

“Dari 131 pelanggaran itu ada 77 kasus sudah diregister, yakni 18 kasus terkait administrasi, 18 kode etik, 2 pidana, kemudian 46 terkait kasus netralitas baik ASN dan kades,” kata Amin saat beritajateng.tv temui di KPU Jawa Tengah, Sabtu, 7 Desember 2024.

Amin menyebut, terdapat dua kasus pidana pemilihan yang sudah naik ke tingkat penyidikan atau SPKT. Satu kasus terjadi di Karanganyar terkait perusakan alat persha kampanye (APK) dan lainnya di Purbalingga terkait netralitas kepala desa.

BACA JUGA: 3 Daerah di Jateng Bakal Pemungutan Suara Ulang, Bawaslu: Karanganyar Pasti

Selain itu, ada juga beberapa kasus terkait politik uang yang masih dalam tahap penyelesaian.

“Hari ini masih berproses untuk yang politik uang di beberapa wilayah. Seperti Solo, Kebumen, Magelang, Pekalongan, nanti kita update kembali,” ucapnya.

Tak pengaruhi hasil rekapitulasi suara

Lebih lanjut, KPU Jawa Tengah telah menetapkan rekapitulasi suara pada Sabtu, 7 Desember 2024 malam. Ditanya apakah pelanggaran bisa memengaruhi hasil rekapitulasi suara, Amin menyebutnya sebagai hal berbeda.

Menurutnya, penyelesaian laporan pelanggaran yang masih berproses tidak akan menganggu rekapitulasi selama tidak merugikan salah satu pasangan calon (paslon). Meski begitu, ia memastikan jika pihaknya akan menangani seluruh laporan yang telah masuk.

“Fokus kita pada proses rekapitulasi yang artinya kita melihat bahwa ini tidak merugikan salah satu paslon. Tetapi penanganan selanjutnya yang masih ada kami tangani secara menyeluruh,” tegasnya.

Sementara itu, Amin mengatakan, proses rekapitulasi pilkada mulai tingkat kabupaten/ kota hingga provinsi berjalan dengan baik. Sehingga, rekapitulasi di tingkat provinsi hari ini juga dapat berlangsung lebih cepat.

BACA JUGA: Akui Ada Bagi-bagi Sembako di Jateng Saat Coblosan, Bawaslu: Ada 12 Laporan di Kabupaten Magelang

Ia tak menampik jika dalam pelaksanaanya terdapat sejumlah permasalahan. Namun, permasalahan tersebut telah terselesaikan secara berjenjang.

“Bahwa memang ada beberapa catatan-catatan dalam menghadapi rekapitulasi ini. Namun semuanya diselesaikan secara berjenjang, secara transparan,“ tandasnya.

Sebagai informasi, dalam rekapitulasi suara tingkat provinsi, paslon nomor urut 1 Andika-Hendi meraih 7.870.084 suara. Sementara paslon nomor urut 2 Luthfi-Yasin memperoleh suara sah sebanyak 11.390.191 suara. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp