Viral

Dikira Kebakaran Bikin Heboh Warga, Ternyata Pertamina Lagi Uji Produksi

×

Dikira Kebakaran Bikin Heboh Warga, Ternyata Pertamina Lagi Uji Produksi

Sebarkan artikel ini
pertamina blora
Viral di Instagram, dari video unggahan akun tentangblora.id, seorang warga yang berhenti di tepi jalan sambil berkata "Pertamina Menden kebakaran", padahal Pertamina EP Cepu Field lagi uji produksi (Flaring). (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tvViral di Instagram, dari video unggahan akun tentangblora.id, seorang warga yang berhenti di tepi jalan sambil berkata “Pertamina Menden kebakaran”, padahal Pertamina EP Cepu Field lagi uji produksi (Flaring).

Menurut keterangan Geoscientist Exploration Operation Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Tutus Fidiatmoko, proses pemboran sumur eksplorasi Dara Jingga (DRJ)-001 di Desa Menden, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah itu, kini sedang memasuki tahap uji produksi.

Tim Eksplorasi Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina melaksanakan kegiatan itu di wilayah PT Pertamina EP (PEP) Cepu Field.

Uji produksi merupakan tahapan penting dalam eksplorasi migas untuk mengetahui kandungan serta kemampuan alir gas dari lapisan yang telah dibor.

BACA JUGA: Update Harga BBM Pertamina 18 April 2026: Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik

Hasil uji ini nantinya menjadi dasar evaluasi dalam menentukan potensi serta rencana pengembangan ke depan, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional.

Selama proses uji produksi, Pertamina memastikan seluruh kegiatan telah disosialisasikan dan dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait, khususnya warga setempat serta diawasi oleh SKK Migas.

Penerapan standar keselamatan dan pengelolaan lingkungan juga secara ketat.

Tim Eksplorasi Regional 4 melakukan pemantauan gas hidrogen sulfida (H2S) di area pemboran dan sekitarnya, serta menyiagakan tim tanggap darurat.

Gas hasil uji produksi dibakar melalui flare atau suar bakar untuk meminimalkan dampak seperti asap, bau, dan kebisingan.

Tutus Fidiatmoko, mengatakan proses uji produksi rencananya berlangsung sekitar lima hari.

“Pembakaran gas atau flaring berlangsung pada pagi hingga petang hari. Aktivitas ini akan terlihat jelas terutama saat sore, dan tidak ada flaring pada malam hari,” ujarnya, Minggu, 3 Mei 2026.

Ia menegaskan, munculnya api dan cahaya dari flare pit merupakan hal yang normal dan terkendali dalam operasi migas.

Pihaknya meminta masyarakat tidak panik dan tidak mendekati lokasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga jarak dari area operasi,” tambahnya.

BACA JUGA: Ada 2 Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Iran Ungkap Alasannya

Tutus juga memastikan aspek keselamatan warga dan perlindungan lingkungan menjadi prioritas utama.

Pihaknya juga membuka saluran komunikasi dengan masyarakat sekitar agar setiap perkembangan kegiatan dapat tersampaikan dengan baik melalui tokoh maupun perwakilan warga. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp