Ekbis

Kawasan Kota Lama Semarang Diminati Investor, Banyak Cafe Hingga Hotel Mulai Dibangun

×

Kawasan Kota Lama Semarang Diminati Investor, Banyak Cafe Hingga Hotel Mulai Dibangun

Sebarkan artikel ini
kota lama semarang
Kota Lama Semarang. (Foto: Instagram/@kotalamasmg)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemanfaatan gedung-gedung cagar budaya di Kota Lama Semarang semakin masif, dengan hadirnya banyak investor yang membangun kafe, restoran, hingga perhotelan.

Investasi ini harapannya dapat menghidupkan perekonomian lokal dan menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengungkapkan bahwa perkembangan ini membawa banyak peluang bagi kuliner dan sektor pariwisata di Kota Lama.

BACA JUGA: Kota Lama Semarang Masih Jadi Primadona Wisata, Meski Ikon Gereja Blenduk

“Kami harap para investor dapat menciptakan simbiosis mutualisme. Di mana mereka tidak hanya saling berkompetisi tetapi juga saling melengkapi,” ujarnya.

Mbak Ita, sapaan akrabnya percaya bahwa setiap usaha memiliki keunggulan atau selling point masing-masing. Sehingga kolaborasi akan menghasilkan sinergi yang positif.

“Kota Lama Semarang harapannya bisa terintegrasi dengan kawasan Pecinan, Kampung Melayu, dan Kampung Arab. Menjadikannya sebagai destinasi unggulan tidak hanya di kota, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional,” tambahnya.

Manfaatkan Gedung Cagar Budaya

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, R. Wing Wiyarso, menjelaskan bahwa revitalisasi Kota Lama memerlukan waktu dan usaha ekstra dari semua pihak.

“Kita paham bahwa aset-aset di Kota Lama dimiliki oleh berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta dan BUMN. Dengan perkembangan yang ada, Kota Lama kini menjadi magnet yang menarik bagi pertumbuhan ekonomi,” ujar Wing.

“Masyarakat dan investor semakin tertarik untuk datang. Kami berharap semua pihak dapat memanfaatkan bangunan cagar budaya, baik milik privat maupun oleh pemerintah. Dengan tetap mengutamakan kaidah pengelolaan yang benar agar bangunan tersebut tetap terpelihara,” tambahnya.

Wing juga menekankan pentingnya memanfaatkan bangunan-bangunan cagar budaya agar tidak di biarkan kosong. “Jika sebuah bangunan tidak divjaga dan di manfaatkan, risiko kerusakan akan meningkat. Terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” jelasnya.

Saat ini, Kota Lama Semarang menjadi destinasi wisata yang banyak di kunjungi. Terlebih, dengan adanya kedatangan kapal pesiar yang akan mulai pada Oktober hingga Desember, harapannya akan semakin menambah jumlah wisatawan.

“Kami berharap para investor dapat segera merealisasikan rencana dan konsep yang telah mereka persiapkan. Tentu saja, mengelola bangunan yang akan di manfaatkan sebagai kegiatan pariwisata memerlukan waktu dan dedikasi,” tutup Wing.

Melalui pemanfaatan gedung-gedung cagar budaya, lanjut dia, Pemkot Semarang berupaya untuk tidak hanya melestarikan warisan sejarah. Tetapi juga memperkuat sektor ekonomi dengan meningkatkan daya tarik pariwisata di kawasan Kota Lama. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp