SEMARANG, beritajateng.tv – Kimpul mendadak viral di TikTok, X, hingga Threads. Bahan pangan lokal yang sebelumnya jarang menjadi perbincangan itu kini ramai dicari warganet setelah diolah menjadi berbagai menu unik, mulai dari mashed kimpul, kimbap kimpul, arancini kimpul, hingga seblak kimpul.
Di balik viralnya kimpul, muncul nama akun TikTok @black.sheep8208 yang menjadi sorotan. Kreator konten asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), itu berhasil menarik perhatian jutaan pengguna media sosial lewat cara kreatif memperkenalkan kembali pangan lokal Indonesia.
Lantas, siapa sebenarnya sosok @black.sheep8208 yang membuat kimpul menjadi trending di berbagai platform media sosial?
Kimpul Berawal dari Konten @black.sheep8208
Akun TikTok @black.sheep8208 dikenal memiliki konsep konten kuliner yang sederhana, tetapi mudah menarik perhatian. Dalam setiap videonya, ia kerap memperkenalkan makanan populer, lalu mengganti bahan utama dengan pangan lokal seperti kimpul, growol, atau uwi.
Format video tersebut selalu diawali dengan makanan yang sudah akrab di telinga masyarakat, kemudian dilanjutkan kalimat khas seperti “tapi karena saya tidak punya…” sebelum akhirnya memperlihatkan kimpul sebagai bahan pengganti.
BACA JUGA: Ikram Rosadi Ngaku Kapok Nikah dengan “Cici-Cici”, Pernyataannya Viral di Media Sosial
Dari konsep itu lahirlah berbagai menu kreatif yang sukses viral, seperti mashed kimpul, kimpuljeon, kimbap kimpul, arancini kimpul, cikuro kimpul, hingga seblak genjer kimpul. Salah satu video seblak kimpul bahkan telah mendapat views lebih dari dua juta kali.
Selain mengolah kimpul, kreator tersebut juga mengangkat pangan lokal lainnya. Growol tersulap menjadi growolbokki ala tteokbokki Korea, sedangkan uwi terolah menjadi uwi schotel hingga cheesy uwi pancake. Bahkan, mi lethek juga tampil dengan penyajian modern menyerupai pasta creamy.
Berkat konsistensinya, akun @black.sheep8208 kini telah memiliki lebih dari 71 ribu pengikut di TikTok dan jumlahnya terus bertambah seiring viralnya berbagai konten yang ia unggah.
Kimpul Berasal dari Lahan Warisan Ayah
Kesuksesan kimpul di media sosial ternyata berawal dari kisah yang cukup personal. Ide mengangkat pangan lokal muncul dari lahan peninggalan sang ayah di Bantul yang di tanami berbagai komoditas seperti kimpul, mbote, kentang klesi, jagung, hingga uwi.
Ia melihat semakin sedikit generasi muda yang tertarik membudidayakan maupun mengonsumsi pangan lokal tersebut. Kondisi serupa juga terjadi pada penjual makanan tradisional seperti tempe benguk dan ongol-ongol yang sebagian besar berasal dari generasi tua.
Berangkat dari keresahan itu, @black.sheep8208 memilih memperkenalkan kembali kimpul dengan pendekatan yang lebih dekat dengan anak muda. Alih-alih menyajikan makanan tradisional apa adanya, ia mengemas kimpul menjadi menu yang tampil modern dan mudah masyarakat terima.
@black.sheep8208 Dijuluki Duta Ketahanan Pangan
Konsistensi @black.sheep8208 mengangkat kimpul dan berbagai pangan lokal membuat banyak warganet memberikan julukan “Duta Ketahanan Pangan”.
Julukan tersebut muncul karena kontennya ternilai mampu memperkenalkan kembali bahan pangan lokal tanpa terkesan menggurui. Ia memilih pendekatan yang ringan, menghibur, sekaligus edukatif sehingga kimpul yang sebelumnya identik sebagai makanan kampung kini justru menjadi topik hangat di media sosial.
Fenomena ini menunjukkan bahwa promosi diversifikasi pangan tidak selalu harus dilakukan melalui kampanye formal. Kreativitas di media sosial ternyata mampu mengubah persepsi masyarakat terhadap pangan lokal.
Kimpul Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata
Viralnya kimpul melalui konten @black.sheep8208 menjadi bukti bahwa bahan pangan lokal masih memiliki potensi besar apabila terkemas secara kreatif.
Tak hanya menciptakan tren kuliner baru, konten-konten tersebut juga membuka ruang diskusi mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan pangan lokal serta mendorong regenerasi petani di Indonesia.
BACA JUGA: Viral Konser NDX AKA Jadi Sorotan Gegara Penonton Sharing Pesan Tak Senonoh, Netizen: Gak Ada Malu
Kini, publik menantikan apakah viralnya kimpul hanya menjadi tren sesaat di media sosial atau benar-benar mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap pangan lokal sekaligus memberikan dampak positif bagi para petani dan pelaku usaha pangan tradisional di berbagai daerah. (*)
Editor: Farah Nazila





