Jateng

Komisi E DPRD Usulkan Raperda Baru, Siap Lindungi Belasan Juta Tenaga Kerja Informal di Jateng

×

Komisi E DPRD Usulkan Raperda Baru, Siap Lindungi Belasan Juta Tenaga Kerja Informal di Jateng

Sebarkan artikel ini
Pekerja Informal
Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Bagus Suryokusumo, saat menyampaikan Penjelasan Usul Prakarsa Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Tengah di Gedung Berlian, Kota Semarang, Rabu, 17 Juni 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – DPRD Jawa Tengah mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal sebagai payung hukum bagi pekerja sektor informal yang selama ini ԁinilai belum memperoleh perlindungan memadai.

Usulan tersebut muncul lantaran tenaga kerja informal masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Namun, di sisi lain kelompok pekerja ini masih rentan menghadapi berbagai risiko sosial, ekonomi, hingga hukum.

Diketahui, jumlah pekerja informal di Jawa Tengah terus menunjukkan peningkatan pada Februari 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat jumlah pekerja informal mencapai sekitar 13,04 juta orang atau sekitar 61 persen dari total penduduk bekerja di provinsi tersebut.

Jumlah tersebut meningkat ԁibanding Februari 2025 yang tercatat sekitar 12,65 juta orang. Di sisi lain, jumlah pekerja formal hanya mengalami kenaikan tipis dari 8,28 juta orang menjadi 8,34 juta orang.

BACA JUGA: Pekerja Jateng 61 Persen Berpenghasilan Tak Tetap, BPS: Musim Panen Dorong Kenaikan Sektor Informal

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Bagus Suryokusumo, mengatakan tenaga kerja informal berkontribusi besar ihwal lapangan kerja hingga menekan angka pengangguran. Hal itu Bagus sampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Tengah di Gedung Berlian, Kota Semarang, Rabu, 17 Juni 2026.

“Tenaga kerja informal memiliki kontribusi yang sangat besar dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, mengurangi tingkat pengangguran serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Bagus saat menyampaikan Penjelasan Usul Prakarsa Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

Bagus menuturkan, keberadaan tenaga kerja informal selama ini menjadi salah satu penopang penting roda perekonomian Jawa Tengah. Bahkan, kata Bagus, sebagian besar penduduk yang bekerja di Jawa Tengah masih berada di sektor informal.

“Di Provinsi Jawa Tengah, sebagian besar penduduk bekerja pada sektor informal,” ungkapnya.

Komisi E DPRD Jateng Menilai Pekerja Informal Masih Rentan

Meski memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian, Bagus menilai kondisi pekerja informal saat ini masih jauh dari ideal.