Kesehatan

Meski Lezat, Ini Bahaya Makan Durian Terlalu Banyak!

×

Meski Lezat, Ini Bahaya Makan Durian Terlalu Banyak!

Sebarkan artikel ini
wali kota semarang // duren
Walikota Semarang saat mengunjungi Festival Durian Gunungpati, beberapa waktu yang lalu. (Humas Pemkot)

SEMARANG, beritajateng.tv – Musim durian tahun ini berlangsung lebih lama dari biasanya. Bahkan, Pemerintah Kota Semarang baru saja menggelar Festival Durian Gunungpati pada 23 hingga 25 Februari 2024 lalu.

Saat itu, ratusan warga dari berbagai daerah mengikuti lomba makan durian. Dina, wanita asal Gayamsari keluar sebagai juara karena bisa menghabiskan durian dalam waktu tiga menit saja.

Meski lezat, dalam mengonsumsi durian harus tetap waspada. Pasalnya, mengonsumsi durian terlalu banyak bisa menimbulkan efek negatif bagi kesehatan tubuh.

Ahli Gizi asal Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Vilda Ana Veria Setyawati, pun mengingatkan bahwa tidak boleh mengonsumsi durian secara berlebihan. Hal itu lantaran ada kadar kalori yang tinggi di dalam durian tersebut.

“Durian memang tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Karena ada kandungan yang cukup membahayakan bagi tubuh. Seperti kalori yang tinggi, kolesterol dalam jenis fitosterol,” ucapnya saat beritajateng.tv hubungi, Rabu 28 Februari 2024.

Vilda menyebut, mengonsumsi durian berlebihan dapat menyebabkan dampak yang tidak nyaman bagi tubuh. Seperti perut begah, mual, hingga muntah-muntah.

BACA JUGA: Rekomendasi Tempat Makan Durian Premium di Semarang yang Sering Promo, 100 Ribu Dapat 4

Selain itu, salah satu kandungan yang amat berbahaya namun jarang orang banyak ketahui ialah kandungan gula. Menurut jurnal Foods yang dipublikasikan di NCBI pada 2019, total kandungan gula pada buah durian Indonesia sekitar 3,10 hingga 14,05 gram per 100 gram buah.

“Ada orang yang abis makan durian tensinya naik, kadang merasa lemes, kepala pusing, ada rasa nggak nyaman, itu karena kandungan gula berlebihan tadi,” imbuhnya.

Jangan makan durian jika punya riwayat penyakit ini

Lebih lanjut, durian memang mengandung kalori, lemak, gula, dan garam yang lebih tinggi daripada buah-buah lainnya. Oleh karenanya, Vilda tidak menyarankan beberapa orang untuk membatasi mengonsumsi durian.

Yaitu orang dengan penyakit bawaan tertentu.

“Untuk orang-orang yang punya penyakit-penyakit bawaan seperti hipertensi, diabetes, stroke, itu harus dikurangi betul-betul. Kalau mau makan 1-2 biji saja udah ckup,” imbaunya.

Ia menambahkan, sebenarnya tubuh manusia memiliki alarm. Ketika tubuh sudah merasa tidak nyaman saat mengonsumsi durian, artinya harus berhenti.

“Kadang ketika mengonsumsi nikmatnya durian kita mengabaikan alarm tersebut alhasil nanti dampaknya penyakit kambuh. Nah ini yang harus diwaspadai,” katanya.

Sementara itu, Vilda turut menyangkal mitos yang menyebut bahwa ibu hamil dan lansia tidak boleh mengonsumsi durian. Menurutnya, keduanya masih boleh mengonsumsi durian namun tetap tidak boleh berlebihan.

BACA JUGA: Pecah Rekor, Musim Durian Tahun Ini Bakal Lebih Panjang, Bisa Sampai Lebaran 2024

Hanya saja, harus ada pembatasan konsumsi durian dengan ketat. Jika perlu berkonsultasi dengan keluarga atau tenaga kesehatan.

“Anak muda memang saat ini masih sehat, akan terapi konsumsi kalori berlebihan dari buah durian akan meningkatkan berat badan secara drastis. Sehingga risiko obesitas lebih tinggi, dibanding menginsumsi durian dengan batasan,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp