Ekbis

Pecah Rekor, Musim Durian Tahun Ini Bakal Lebih Panjang, Bisa Sampai Lebaran 2024

×

Pecah Rekor, Musim Durian Tahun Ini Bakal Lebih Panjang, Bisa Sampai Lebaran 2024

Sebarkan artikel ini
durian semarang
Prapto saat memilah Durian lokal Gunungpati jualannya. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, merupakan surga bagi para pencinta durian. Siapa sangka, memasuki bulan Februari 2024, musim panen durian di Gunungpati belum berakhir. Bahkan, stok durian diperkirakan baru habis pada bulan Maret hingga April mendatang.

“Seumur-umur baru ini bulan Februari masih panen kloter kedua, biasanya cuma bulan November sampai bulan Februari. Ini Maret atau April baru abis,” ungkap Sri, pemilik ‘Warung Durian Rembulan Bu Sri’ yang beralamatkan Jalan Mr. Koesbiyono Tjondrowibowo, Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu, 31 Januari 2024.

Sri mengungkapkan, musim durian periode ini memang lebih panjang dari pada biasanya. Umumnya, pohon durian baru bisa dipanen pada bulan November. Namun, musim ini berbeda. Durian sudah bisa panen pada bulan Oktober.

Menurut Sri, tak hanya durian lokal Gunungpati yang merasakan fenomena semacam ini. Daerah-daerah penghasil durian lain seperti Purworejo, Wonosobo, hingga Bondowoso juga merasakan hal yang sama.

“Biasanya sini duluan yang panen, baru kali ini panen bareng semua, jadinya orang-orang sudah nggak ke sini nyari durian. Mungkin karena pengaruh cuaca,” ucapnya.

BACA JUGA: Yuk Serbu! Ini 4 Spot Favorit Makan Durian di Semarang, Super Murah dan Bikin Puas

Musim durian yang lebih panjang nyatanya tak selalu menguntungkan. Sri menyebut, durian jualannya hanya ramai jadi incaran masyarakat pada saat bulan Desember hingga tahun baru.

“Kemarin Oktober duriannya nggak laku, karena dagingnya tipis walaupun tetep manis. Kalau sekarang orang-orang udah bosen sama durian,” imbuh Prapto, suami Sri.

1.000 lebih durian ludes saat Nataru 2023

Liburan Natal dan Tahun Baru pada tahun 2023 kemarin membawa berkah tersendiri bagi Sri dan Prapto. Mereka mampu meraup untung hingga puluhan juta rupiah.

Bahkan, omzet mereka dalam sehari bisa mencapai Rp10 juta. Durian lokal Gunungpati milik Sri dan Prapto banyak dikirim ke sejumlah kantor di Jawa Tengah. Selain itu, durian di sini juga menjadi jujugan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES).

“Kebanyakan kirim ke kantor-kantor, ini barusan ke DPRD Jawa Tengah atau Gubernuran, Kalau akhir tahun kemarin ramai banget, 50 sampai 100 buah per kantornya, sehari nggak cuma satu kantor. Pas Natal sampai Tahun Baru itu bisa 1.000 durian lebih, mungkin tutup buku buat ngobati stres,” ucap Sri.

Akan tetapi, Prapto mengungkapkan jika omzet musim durian kali ini mengalami penurunan jika dibanding tahun lalu. Menurutnya, cuaca panas panjang menjadi salah satu penyebab menurunnya geliat durian lokal Gunungpati.

“Omzetnya bagusan tahun kemarin. Apalagi ini udah mulai ujan,” pungkasnya.

BACA JUGA: Ada Monti Hingga Kholil, Ini 6 Jenis Durian Khas Semarang yang Rasanya Paling Enak di Pasaran

Untuk harga, durian Gunungpati memang tidak terbilang murah. Rata-rata berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp350 ribu. Namun, harga tersebut sebanding dengan cita rasa yang legit, serta perpaduan manis dan pahit yang pas.(*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp