DEMAK, beritajateng.tv – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, melonjak seiring perubahan musim dari kemarau ke musim hujan.
Hingga awal November 2024, terdapat 293 kasus DBD di Demak. Tiga di antaranya meninggal dunia.
Sebaran kasus DBD di Kabupaten Demak tercatat hampir merata di seluruh 14 kecamatan, dengan sebagian besar korban adalah anak-anak usia sekolah.
Dinas kesehatan Kabupaten Demak, Ali Maimun mengatakan mahwa faktor lingkungan berperan dalam penyebaran penyakit ini.
“Sampai dengan awal November, tercatat ada 293 kasus DBD di Demak, dan tiga orang di antaranya meninggal,” ujarnya, Senin, 25 November 2024.
BACA JUGA: Ruang IGD RSUD Blora Penuh Pasien Demam Berdarah, Melonjak Sejak Masuk Musim Penghujan
Ali mengimbau agar masyarakat aktif menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penularan DBD.
“Masyarakat perlu bekerja sama untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan rutin membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, setidaknya sekali dalam seminggu,” pungkasnya.
Demam berdarah merupakan penyakit disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti. Melansir dari Health xchange, mayoritas demam berdarah biasanya terinfeksi dari nyamuk aedes aegypti betina.
Nyamuk aedes bisa menyebar dan berkembang dimana saja, termasuk di rumah. Biasanya nyamuk berkembang biak di pot tanaman, wadah yang berisi air, serta permukaan yang berjenis kanvas atau plastik.
BACA JUGA: Rob Kembali Genangi Sayung Demak, Jalan Semarang-Kudus Macet, Motor Mogok
Cara mencegah demam berdarah di rumah
1. Buang sampah secara rutin
2. Pasang tirai di jendela
3. Rajin bersihkan rumah
4. Tutup dan rutin bersihkan wadah air
5. Tanah tanaman anti nyamuk
(*)





