Ekbis

Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Positif, Kemenkeu Rilis Realisasi APBN Triwulan III

×

Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Positif, Kemenkeu Rilis Realisasi APBN Triwulan III

Sebarkan artikel ini
Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Positif, Kemenkeu Rilis Realisasi APBN Triwulan III
Rilis realisasi APBN Triwulan III oleh Kemenkeu di Jateng. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kantor Wilayah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jawa Tengah baru saja merilis data pertumbuhan ekonomi dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Triwulan III 2024.

Angka pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat positif sebesar 4,934 persen (yoy), sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2024 mencapai 73,87.

Bayu Setiawan, Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I, Selasa, 10 Desember 2024.

BACA JUGA: Kinerja Penerimaan DJP Jateng I Capai 85 Persen Jelang Akhir Tahun 2024

Realisasi APBN Triwulan III 2024, data menunjukkan bahwa laju inflasi pada Oktober 2024 tercatat 0,196 persen (mtm). Meningkat dari bulan sebelumnya yang hanya 0,05 persen (mtm).

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Jawa Tengah mencerminkan optimisme yang cukup tinggi. Dengan nilai 134,3 (mtm) meskipun sedikit turun dari bulan sebelumnya yang berada pada 134,9 (mtm). IKK Jawa Tengah masih lebih baik dari IKK Nasional yang berada di angka 121,1 (mtm).

Namun, perhatian khusus perlu diberikan pada Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencatat nilai 113,54, mengalami penurunan jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Sebaliknya, Nilai Tukar Nelayan (NTN) meningkat menjadi 99,81 jika kita bandingkan bulan sebelumnya. Menunjukkan daya tukar harga produk pertanian dan perikanan masih terjaga dengan baik.

Kinerja fiskal regional juga menunjukkan hasil yang optimis, dengan penerimaan APBN mencapai Rp94,95 triliun (76,13 persen) hingga Oktober 2024.

Realisasi APBN

Realisasi belanja APBN mencapai Rp99,99 triliun (80,88 persen), dengan rincian belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp33,65 triliun (70,14 persen) dan belanja Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp61,33 triliun (88,30 persen).

Obyek utama dalam pertumbuhan ini adalah percepatan belanja modal yang naik 6,40 pereen (yoy), dipicu oleh investasis di bidang infrastruktur. Sementara itu, belanja barang juga meningkat 18,15 pereen (yoy) untuk mendukung pelaksanaan Pemilu 2024.

Kegiatan Kredit Program Pemerintah juga terus mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp41,92 triliun untuk 809.452 debitur, dominan dari sektor Perdagangan Besar dan Eceran.

Meskipun penyaluran Kredit Ultra Mikro (UMi) mengalami kontraksi menjadi Rp1,07 triliun, upaya untuk menjaga tata kelola keuangan negara secara profesional tetap menjadi fokus utama.

Kementerian Keuangan berkomitmen untuk mengelola APBN dengan efektif agar dapat menjaga kepentingan bangsa, negara, dan perekonomian secara berkelanjutan. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp