SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian wilayah Jawa Tengah berpotensi diguyur hujan selama periode arus mudik Lebaran, mulai 17 hingga 22 Maret 2026.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, mengatakan secara umum kondisi cuaca di Jawa Tengah dalam sepekan ke depan masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
“Untuk wilayah Jawa Tengah secara umum kondisi cuaca masih didominasi potensi hujan ringan hingga sedang, walaupun tidak merata. Waktunya bervariasi, terutama mulai antara siang hingga malam hari,” ujar Winda saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Senin, 16 Maret 2026.
BACA JUGA: BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Sebagian Wilayah Lebih Kering
Meski demikian, beberapa wilayah juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebih tinggi.
“Potensi atau sebaran hujan dengan intensitas hingga lebat terutama di sebagian wilayah Pegunungan Tengah, kemudian sebagian wilayah Solo Raya dan juga sebagian wilayah Pantura terutama sisi selatan,” jelas Winda.
Potensi Hujan Lebat Hingga Lebaran: 17-21 Maret
Winda menjelaskan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat perkiraan masih terjadi pada periode awal arus mudik Lebaran.
“Potensi hujan untuk tanggal 17 Maret sampai sekitar tanggal 20 sampai 21 Maret itu masih cukup lebat,” katanya.
Namun demikian, BMKG memprediksi intensitas hujan mulai menunjukkan penurunan setelah periode tersebut.
“Untuk sekitar tanggal 22 atau awal pekan depan intensitas hujan potensinya sudah cenderung menurun, walaupun masih ada potensi hujan lebat tetapi tidak merata dan hanya di wilayah-wilayah lokal saja,” jelas Winda.
Tak hanya wilayah pegunungan, BMKG juga mengingatkan potensi hujan di jalur Pantura yang menjadi salah satu jalur utama arus mudik.
Winda menuturkan, hujan di wilayah Pantura umumnya berintensitas ringan hingga sedang dan terjadi pada siang hingga malam hari.
BACA JUGA: Kota Semarang Bakal Hujan Selama Mudik Lebaran 17-22 Maret: Gunungpati-Mijen Berpotensi Lebat
“Untuk wilayah Pantura ini potensi hujannya dominan ringan hingga sedang. Waktunya terutama antara siang, sore hingga awal malam hari,” ujarnya.
Kendati begitu, beberapa wilayah di Pantura bagian selatan memiliki potensi hujan yang lebih dominan ketimbang wilayah utara.
“Wilayah seperti Brebes bagian selatan dan Tegal bagian selatan potensi hujannya lebih dominan daripada wilayah Pantura bagian utara,” jelasnya.
Ia menambahkan sejumlah jalur mudik di wilayah pegunungan seperti Bawen, Salatiga hingga Solo juga berpotensi mengalami hujan.
“Untuk wilayah sekitar Bawen, Salatiga, dan Solo secara umum potensi hujannya ringan hingga sedang, namun masih ada potensi hujan lebat untuk wilayah tersebut,” kata Winda.
BMKG Imbau Pemudik Berhenti Jika Hujan Lebat Mengurangi Jarak Pandang
Lebih jauh, BMKG mengimbau para pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika hujan lebat terjadi di perjalanan.
Winda meminta pengendara tidak memaksakan perjalanan jika hujan mengurangi jarak pandang.
“Jika hujan dengan intensitas cukup lebat kemudian mengurangi jarak pandang, sebaiknya mencari tempat berlindung yang aman dan beristirahat terlebih dahulu,” ujarnya.
Selain itu, pemudik juga mesti menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan saat hujan berangin.
“Sebisa mungkin hindari pohon-pohon besar ataupun baliho besar karena ketika hujan lebat apalagi berangin bisa saja menyebabkan kemungkinan pohon tumbang ataupun reklame yang roboh,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi






