Viral

Gancet di Gunung, Pasangan Viral Ini Tewas Dalam Keadaan Mata Tak Bisa Ditutup

×

Gancet di Gunung, Pasangan Viral Ini Tewas Dalam Keadaan Mata Tak Bisa Ditutup

Sebarkan artikel ini
pasangan gancet
Hiliatus Swada, saksi kejadian pasangan "gancet" di sebuah gunung di Jawa Barat tahun 2019 silam. (YouTube/Denny Sumargo)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kisah pasangan yang meninggal dunia dalam kondisi “gancet” di sebuah gunung di Jawa Barat kembali menjadi sorotan usai terungkap dalam podcast Denny Sumargo, baru-baru ini.

Kejadian yang sempat menghebohkan publik pada Juli 2019 itu memunculkan kembali rasa penasaran dan pertanyaan masyarakat mengenai kebenaran fenomena mistis tersebut.

Seorang saksi mata bernama Hiliatus Swada mengungkap secara detail kronologi mengerikan di balik kematian pasangan muda tersebut.

BACA JUGA: Kejadian Paling Horor di Gunung: Pasangan Gancet Tewas, Pendaki Pemula Simak!

Dalam tayangan podcast, Hiliatus menjelaskan bahwa kejadian itu berlangsung di salah satu gunung di Jawa Barat, di mana sepasang kekasih di temukan dalam kondisi tewas masih dalam posisi berhubungan intim, dan mata keduanya tidak bisa di tutup.

“Saat dievakuasi, tubuh mereka masih menempel, tidak bisa dilepas. Akhirnya dibawa turun bersama dalam kondisi seperti itu, ditutup sleeping bag dan diikat di tandu,” kata Hiliatus, seperti beritajateng.tv kutip pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Penjelasan Medis di Balik Fenomena “Gancet”

Meski teranggap mistis, Hiliatus mengungkap bahwa ada penjelasan medis di balik kejadian ini. Ia menyebut bahwa pasangan tersebut mengalami pembengkakan pembuluh darah, yang kemudian pecah dan menyebabkan tubuh menjadi kaku dan kejang.

“Tubuh korban mulai membiru dalam waktu 24 jam karena suhu pegunungan yang sangat dingin,” ungkapnya.

Lebih tragis lagi, mata korban tetap terbuka hingga saat di proses pemakaman. Karena tubuh keduanya tidak bisa dipisahkan, alat vital pria terpaksa dipotong saat proses pemakaman.

Dugaan Terjadi karena Hipotermia dan Salah Penanganan

Hiliatus juga menduga bahwa korban perempuan sudah mengalami hipotermia sejak awal pendakian. Ia tampak lemas, mengeluh ingin turun, dan menunjukkan tanda-tanda tidak enak badan.

“Cowoknya bilang, ceweknya udah enggak kuat. Saat itu sempat populer metode penanganan hipotermia dengan cara ‘skin to skin’, yaitu menempelkan tubuh langsung agar tetap hangat,” jelasnya.

BACA JUGA: Detik-detik Pasangan “Gancet” Tewas: Ada Keris

Namun, Hiliatus menduga pasangan ini salah mengartikan metode tersebut dan malah melakukan hubungan intim, yang justru memperparah kondisi.

“Kayaknya kebablasan,” pungkasnya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp