Jateng

Ahli Forensik Ungkap Sekeluarga di Glamping Temanggung Mati Lemas dalam 8 Menit, Hirup Karbon Monoksida Kadar Tinggi

×

Ahli Forensik Ungkap Sekeluarga di Glamping Temanggung Mati Lemas dalam 8 Menit, Hirup Karbon Monoksida Kadar Tinggi

Sebarkan artikel ini
Temanggung Glamping
Ahli Forensik RS Bhayangkara Polda Jawa Tengah, Dr. dr. Istiqomah, Sp.FM., dalam konferensi pers pengungkapan kasus kematian satu keluarga di Glamping Posong, Temanggung, di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Senin, 15 Juni 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Empat anggota keluarga yang 𝖽itemukan meninggal di Glamping Posong, Kabupaten Temanggung, tidak menyadari sedang menghirup karbon monoksida sebelum akhirnya kehilangan nyawa.

Dokter forensik yang terlibat dalam penyelidikan mengungkap paparan karbon monoksida (CO) dalam kadar tinggi dapat menyebabkan kematian hanya dalam hitungan menit.

Kondisi tersebut 𝖽iperparah karena gas karbon monoksida tidak memiliki warna, bau, maupun rasa yang mudah manusia kenali.

Ahli Forensik RS Bhayangkara Polda Jawa Tengah, Dr. dr. Istiqomah, Sp.FM, mengatakan berdasarkan hasil autopsi dan pemeriksaan toksikologi, keempat korban meninggal akibat keracunan karbon monoksida yang menyebabkan mati lemas.

BACA JUGA: Bakar Pisang dalam Tenda, Tungku Penghangat di Glamping Temanggung Picu Korban Keracunan Karbon Monoksida

Istiqomah menuturkan, korban kemungkinan tidak menyadari sedang menghirup gas beracun tersebut saat berada di dalam tenda.

“Gas CO ini tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna,” ujar Istiqomah dalam konferensi pers di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin, 15 Juni 2026 sore.

Ia menjelaskan, berbeda dengan asap yang terlihat secara kasat mata, karbon monoksida tidak selalu menimbulkan sensasi tertentu pada tubuh yang dapat langsung memicu kewaspadaan korban.

“Untuk asapnya kelihatan, tetapi mungkin tidak 𝖽isadari bahwa itu CO. Karena tidak berbau yang menyengat, tidak berasa yang di tenggorokan jadi pahit, ya tidak,” jelasnya.

Dokter Ungkap Proses Mati Lemas Bisa Terjadi dalam Delapan Menit

Istiqomah mengungkap, proses kematian akibat kekurangan oksigen yang tergantikan karbon monoksida dapat berlangsung sangat cepat.

Menurut penuturannya, begitu karbon monoksida masuk ke dalam tubuh dan menggantikan fungsi oksigen dalam darah, korban akan mengalami serangkaian tahapan mati lemas yang berlangsung hanya dalam hitungan menit.

“Kalau mulai dari dia kekurangan oksigen yang 𝖽igantikan oleh CO, ini kurang lebih dalam hitungan menit,” katanya.